Rabu, 13 Maret 2019

Zidane Bukan Hanya satu Pelatih yang Tidak Dapat 'Move On'

Valen Wang     02.05    



Footballskynews - Cuma perlu waktu sembilan bulan sebelum pada akhirnya Zinedine Zidane akan memutuskan untuk kembali pada club lamanya, Real Madrid. Rupanya, pelatih dari Prancis itu bukan hanya satu figur yang tidak dapat 'move on' dari club lamanya. 

Pas pada Selasa (12/3) pagi hari barusan, Zidane diangkat menjadi pelatih masih Real Madrid dengan kontrak sampai tahun 2022 yang akan datang. Dia menukar Santiago Solari yang dipandang sudah tidak berhasil membawa Los Merengues kembali pada jalan kemenangan. 

Walau sebenarnya, dia baru saja angkat kaki dari Santiago Bernabeu. Publik masih tetap ingat benar bagaimana Zidane menginformasikan ketetapannya untuk tinggalkan Real Madrid beberapa waktu sesudah menaklukkan Liverpool di final Liga Champions. 

Pelatih yang Tidak Dapat 'Move On' 
Publik bisa setuju, jika Zidane dapat digolongkan menjadi pelatih yang tidak dapat move on dari club lamanya. Akan tetapi dia bukan hanya satu orang yang memperoleh predikat semacam itu. Masih tetap ada figur yang lain seperti ia. Tersebut salah satunya. 


1. Jupp Heynckes (Bayern Munchen) 

Didapati jika Jupp Heynckes sempat melatih Bayern Munchen sekitar 3x, yaitu di tahun 1987-1991, lantas 2011-2013, serta 2017-2018. Tahun 2013 jadi waktu yang sangat dapat dikenang, dimana dia sukses mengantar Munchen mencapai treble. 

Sesudah mencapai treble, dia akan memutuskan untuk pergi dari Allianz Ajang serta memberi panduan jika dianya pensiun dari dunia sepak bola. Akan tetapi waktu Die Bavarians roboh saat masa Carlo Ancelotti, dia akan memutuskan untuk kembali di tahun 2017. 

2. Kenny Dalglish (Liverpool) 

'King Kenny', demikian dia dijuluki oleh pengagum Liverpool. Pada tahun 1985, dia jadi pelatih The Reds serta persembahkan rangkaian titel dari beberapa arena. Sesudah lewat enam tahun fenomenal di Anfield, dia akan memutuskan pergi ke Blackburn Rovers. 

20 tahun berlalu, dia akan memutuskan untuk kembali isi kursi kepelatihan Liverpool. Pada musim perdananya, dia persembahkan titel juara Carabao Cup. Sayang, jadi penghuni rangking delapan Premier League kurang untuk membuat bertahan.